(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan
Yayasan 27 April 2026 · 1 menit baca

Teh manis dan cerita di paguyuban orang tua

Ilustrasi ibu duduk santai memegang cangkir teh di samping tanaman
“Di rumah saya merasa sendirian. Di bangku tunggu sekolah, saya menemukan saudara.”
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Awal perjalanan

Bu Ratna pindah dari luar kota. Ia tidak punya keluarga di Jakarta, dan suaminya sering bertugas jauh. Zahra membutuhkan banyak perhatian, dan Bu Ratna merasa lelah, sendiri, dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa.

Pengalaman di sekolah

Setiap hari Bu Ratna menunggu Zahra di bangku dekat gerbang. Lama-lama ia mengenal ibu-ibu lain yang juga menunggu. Awalnya hanya berbagi gorengan dan teh manis. Kemudian mereka mulai berbagi cerita: tentang terapi, tentang BPJS, tentang malam-malam tanpa tidur.

Sekolah melihat semangat itu dan menawarkan ruangan untuk pertemuan rutin sebulan sekali. Kadang guru atau tamu dari puskesmas datang memberi materi singkat. Kadang mereka hanya mengobrol.

Perubahan

Paguyuban itu kini punya grup percakapan sendiri. Bila ada ibu yang anaknya sakit, yang lain bergantian membawakan makanan. Bila ada yang bingung mengurus Kartu Penyandang Disabilitas, yang sudah berhasil mengajarinya langkah demi langkah. Mereka juga mengadakan arisan kecil dan sesekali piknik bersama anak-anak.

Bu Ratna kini menjadi salah satu penggerak paguyuban. Ia lebih tenang, dan Zahra pun merasakannya.

Pesan untuk orang tua lain

Anda tidak harus menanggung semuanya sendiri. Sapa orang tua di sebelah Anda di bangku tunggu. Mungkin ia sedang menunggu seseorang untuk diajak bicara.

Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.

Bacaan Pojok edukasi terkait

Semua artikel

Kisah ilustrasi lainnya

Semua kisah ilustrasi
Ilustrasi anak belajar memasak bersama orang tuanya
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Kancing pertama yang terpasang sendiri

Butuh empat bulan bagi Raka untuk memasang satu kancing sendiri. Bagi keluarganya, itu kemenangan besar.

Bu Sari, ibu dari Raka · SDLB

Ilustrasi gedung sekolah dengan bendera dan pohon
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Hari pertama, ibu yang menunggu di gerbang

Melepas anak di hari pertama sekolah terasa berat. Bu Yanti belajar bahwa anaknya lebih siap dari yang ia kira.

Bu Yanti, ibu dari Arya

Ilustrasi perlengkapan kerja dan roda gigi
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Magang pertama di binatu dekat rumah

Tegar belajar melipat pakaian di sekolah, lalu mendapat kesempatan magang di binatu milik tetangga.

Pak Slamet, ayah dari Tegar · SMALB