Kancing pertama yang terpasang sendiri
“Orang lain mungkin tertawa merayakan satu kancing. Tapi kami tahu berapa ratus kali Raka mencobanya.”
Awal perjalanan
Setiap pagi rumah Bu Sari seperti medan perang. Raka, yang berusia sembilan tahun, belum bisa berpakaian sendiri. Karena takut terlambat, Bu Sari selalu memakaikan bajunya. Raka sering menangis, Bu Sari sering marah.
Pengalaman di sekolah
Dalam program bina diri, guru memecah kegiatan berpakaian menjadi langkah-langkah kecil. Raka belajar dengan kancing besar yang dijahit di papan latihan, lalu pindah ke kemeja longgar. Guru memakai cara "mulai dari langkah terakhir": guru memasukkan kancing hampir sampai, Raka yang menariknya keluar.
Guru meminta Bu Sari melakukan hal yang sama di rumah, dan bangun lima belas menit lebih awal supaya tidak terburu-buru. Bu Sari menempel gambar urutan berpakaian di pintu lemari.
Perubahan
Suatu pagi, empat bulan kemudian, Raka keluar kamar dengan kemeja seragam yang kancing bawahnya terpasang. Hanya satu, dan sedikit miring. Raka menunjuknya sambil tersenyum lebar. Bu Sari memeluknya lama.
Sekarang Raka bisa memakai seragam lengkap dengan sedikit bantuan untuk kancing paling atas. Ia juga mulai belajar memakai sepatu bertali. Pagi hari di rumah mereka jauh lebih damai.
Pesan untuk orang tua lain
Jangan terburu-buru membantu. Setiap kali kita mengerjakan sesuatu untuk anak, kita mengambil kesempatannya untuk belajar. Beri waktu, beri contoh, dan rayakan langkah kecil.
Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.