(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Setelah diagnosis 2 menit baca

Langkah awal setelah anak didiagnosis

Wajar merasa bingung. Ini langkah kecil yang bisa dimulai hari ini.

Ilustrasi orang tua dan anak berjalan bergandengan di jalan setapak menuju matahari

Mendengar diagnosis tentang anak bisa terasa berat. Ada orang tua yang lega karena akhirnya tahu jawabannya. Ada yang sedih, marah, atau tidak percaya. Semua perasaan itu wajar, dan bisa datang silih berganti.

Anak Anda tetap anak yang sama seperti kemarin. Diagnosis hanya membantu Anda dan para pendamping memahami cara terbaik untuk mendukungnya.

Lima langkah kecil untuk memulai

1. Kumpulkan dokumen dalam satu map Simpan surat dokter, hasil pemeriksaan, laporan psikolog, Buku KIA, dan resep. Buat juga salinan foto di ponsel. Dokumen ini akan sering diminta.

2. Tulis pertanyaan Anda Sebelum kontrol berikutnya, tulis semua pertanyaan. Misalnya: apa arti hasil ini, apa yang perlu dilakukan sekarang, kapan perlu diperiksa ulang. Boleh meminta dokter menjelaskan dengan bahasa sederhana.

3. Mulai dari satu hal Anda tidak perlu langsung melakukan semuanya. Pilih satu langkah minggu ini: mendaftar terapi, menghubungi sekolah, atau sekadar membaca satu artikel.

4. Cari teman seperjalanan Orang tua lain yang sudah lebih dulu menjalani hal yang sama sering punya jawaban praktis. Tanyakan ke sekolah tentang paguyuban atau kelompok orang tua.

5. Kenalkan anak pada sekolah yang tepat Kunjungi sekolah, lihat kelasnya, dan bicara dengan guru. Asesmen saat pendaftaran membantu menentukan bagian dan kelas yang paling sesuai.

Hindari jebakan ini

  • Mencari "obat ajaib". Hati-hati dengan janji "pasti sembuh" atau "pasti bisa bicara dalam sebulan". Tanyakan pada dokter sebelum mencoba terapi apa pun.
  • Membandingkan. Setiap anak punya jalannya sendiri, termasuk anak dengan diagnosis yang sama.
  • Menyalahkan diri sendiri. Sebagian besar kondisi ini terjadi bukan karena kesalahan orang tua.

Siapa yang bisa membantu

  • Dokter anak, dokter THT, atau dokter rehabilitasi medik.
  • Psikolog anak.
  • Terapis wicara, terapis okupasi, fisioterapis.
  • Guru pendidikan khusus.
  • Keluarga, sahabat, dan komunitas orang tua.

Ingat: Anda tidak harus kuat setiap hari. Yang penting Anda tidak berjalan sendirian. Kami di sekolah siap menemani.

Sumber

  1. Pengalaman guru dan orang tua SLB Budi Daya

Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Bacaan terkait

Semua artikel