(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Tentang yayasan

Yayasan Pendidikan Budi Daya Kasih

Sejak 1976 kami mendidik anak tunarungu dan tunagrahita di Cijantung, Jakarta Timur, terutama dari keluarga kurang mampu, agar tumbuh mandiri dan berdaya di masyarakat.

Berdiri · 50 tahun
16 Januari 1976
Bagian
B dan C
Jenjang
TKLB sampai SMALB
Lokasi
Jakarta Timur
Profil dan sejarah

Berawal dari kepedulian, bertumbuh sejak 1976

Yayasan ini lahir dari keprihatinan sekelompok orang terhadap sulitnya anak tunarungu dan tunagrahita mendapat pendidikan yang layak. Pendidik Raden Mas Djoko Safaris, B.A. datang ke Cijantung mencari anak-anak berkebutuhan khusus, lalu bermusyawarah dengan keluarga Nyonya R.A. Sulastri Wayan Kantera, Bapak Masri Djamal, dan Bapak Kosasih.

Sejak itu, sekolah terus berkembang dalam jumlah murid, guru, dan sarana. Pendekatan kami holistik: mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan sosial, dengan menjunjung kasih sayang dan kesempatan yang setara bagi semua anak. Ratusan anak telah kami dampingi menuju masa depan yang lebih cerah.

Para pendiri

  • Raden Mas Djoko Safaris, B.A.
  • Nyonya R.A. Sulastri Wayan Kantera
  • Bapak Masri Djamal
  • Bapak Kosasih
  1. 16 Jan 1976 Yayasan didirikan Awalnya bernama Yayasan Pendidikan Khusus Budi Daya.
  2. 21 Jan 1976 SLB Budi Daya Bagian B dan C dibuka Belajar di Gereja Lahai Roi Cijantung, lalu pindah ke Gedung Panti Wiraguna.
  3. Okt 1976 Kepengurusan kedua dan kerja sama Kerja sama dengan SMA 14 Filial Cijantung, kini SMA 39.
  4. 19 Des 1978 Peletakan batu pertama gedung Dilakukan oleh perwakilan Pemda DKI Jakarta.
  5. 19 Jan 1980 Gedung sekolah diresmikan Oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Cokropranolo
  6. 2026 50 tahun Budi Daya Kasih Setengah abad mendampingi anak tunarungu dan tunagrahita, dan terus melangkah.
Ketua Yayasan Pendidikan Budi Daya Kasih

“Lima puluh tahun lalu, sekolah ini memulai kelas pertamanya di sebuah gereja di Cijantung. Yang membuatnya bertahan sampai hari ini adalah kasih yang setia dari guru, orang tua, dan sahabat yang tidak pernah berhenti percaya pada anak-anak kami.”

Arthur Mehamat

Baca sambutan

Visi

Menjadi rumah belajar yang penuh kasih, tempat setiap anak tunarungu dan tunagrahita tumbuh mandiri, percaya diri, dan berdaya di tengah masyarakat.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap anak, dari TKLB sampai SMALB.
  2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi anak, baik lisan, isyarat, maupun tulisan.
  3. Melatih bina diri dan keterampilan hidup sehari-hari agar anak mandiri di rumah dan di masyarakat.
  4. Membekali siswa dengan keterampilan vokasional untuk bekerja dan berkarya.
  5. Membuka kesempatan belajar seluas-luasnya, terutama bagi anak dari keluarga kurang mampu.
  6. Bermitra dengan orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Nilai kami

Empat nilai yang kami hidupi setiap hari

Nilai-nilai ini menuntun cara guru mengajar, cara sekolah melayani keluarga, dan cara kami melihat setiap anak.

Kasih

Setiap anak diterima apa adanya.

Kasih adalah dasar dari semua yang kami lakukan, sesuai nama yayasan kami. Anak yang merasa aman dan diterima akan berani mencoba, salah, lalu mencoba lagi.

  • Guru mengenal kebutuhan, kebiasaan, dan cara belajar setiap anak
  • Kesabaran: setiap anak belajar dengan kecepatannya sendiri
  • Sekolah terbuka bagi semua keluarga, termasuk yang kurang mampu

Komunikasi

Setiap anak punya cara untuk didengar.

Bisa menyampaikan keinginan dan perasaan adalah langkah pertama menuju kemandirian. Kami membantu setiap anak menemukan cara berkomunikasi yang paling cocok baginya.

  • Bahasa isyarat, membaca ujaran, dan latihan bicara bagi anak tunarungu
  • Komunikasi sederhana dengan gambar, gerak, dan kata kunci bagi anak tunagrahita
  • Komunikasi rutin antara guru dan orang tua tentang perkembangan anak

Kemandirian

Langkah kecil yang dirayakan.

Kami tidak mengejar kecepatan, tetapi kemajuan. Bisa memakai baju sendiri atau antre dengan tertib adalah pencapaian yang berarti dan layak dirayakan.

  • Bina diri: makan, berpakaian, menjaga kebersihan, dan merawat barang sendiri
  • Tanggung jawab kecil di kelas yang tumbuh sesuai kemampuan anak
  • Kemajuan anak dicatat dan disampaikan kepada orang tua

Keterampilan

Bekal untuk hidup setelah lulus.

Sekolah adalah persiapan untuk hidup. Kami membekali siswa dengan keterampilan yang bisa dipakai untuk berkarya, bekerja, dan berperan di tengah masyarakat.

  • Keterampilan vokasional yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa
  • Karya siswa dihargai dan ditampilkan
  • Latihan keterampilan sosial agar siap hidup bermasyarakat