(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan
Yayasan 12 September 2026 · 1 menit baca

Hari pertama, ibu yang menunggu di gerbang

Ilustrasi gedung sekolah dengan bendera dan pohon
“Saya menunggu di gerbang empat jam, siap menjemput kalau Arya menangis. Dia tidak menangis. Sayalah yang menangis.”
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Awal perjalanan

Arya sebelumnya bersekolah di TK umum. Ia sering duduk sendirian dan pulang dengan wajah sedih. Setelah asesmen dan diskusi panjang dengan suaminya, Bu Yanti memutuskan memindahkan Arya ke SLB. Keputusan itu tidak mudah. Beberapa kerabat bertanya, "Kenapa dimasukkan ke sana?"

Pengalaman di sekolah

Sebelum hari pertama, guru menyarankan Bu Yanti mengajak Arya berkunjung dua kali: melihat kelas, bermain di halaman, dan berkenalan dengan guru. Guru juga memberi foto ruang kelas dan wajah gurunya untuk ditunjukkan di rumah.

Di hari pertama, Arya masuk kelas sambil menggenggam foto itu. Bu Yanti duduk di bangku dekat gerbang. Setiap kali pintu kelas terbuka, jantungnya berdebar.

Perubahan

Saat jam pulang, Arya keluar sambil bergandengan dengan teman barunya. Ia membawa gambar matahari yang ia warnai sendiri. Di rumah, untuk pertama kalinya ia bercerita tentang sekolah dengan semangat, dengan kata-kata dan gerakan tangannya.

Sekarang Arya sudah di kelas empat. Bu Yanti tidak lagi menunggu di gerbang. Ia justru menjadi pengurus paguyuban orang tua kelas, dan sering menemani orang tua baru di hari pertama anak mereka.

Pesan untuk orang tua lain

Siapkan anak sebelum hari pertama, lalu percayakan kepada guru. Anak sering lebih berani dari yang kita bayangkan, terutama bila ia merasa diterima.

Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.

Bacaan Pojok edukasi terkait

Semua artikel

Kisah ilustrasi lainnya

Semua kisah ilustrasi
Ilustrasi anak belajar memasak bersama orang tuanya
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Kancing pertama yang terpasang sendiri

Butuh empat bulan bagi Raka untuk memasang satu kancing sendiri. Bagi keluarganya, itu kemenangan besar.

Bu Sari, ibu dari Raka · SDLB

Ilustrasi perlengkapan kerja dan roda gigi
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Magang pertama di binatu dekat rumah

Tegar belajar melipat pakaian di sekolah, lalu mendapat kesempatan magang di binatu milik tetangga.

Pak Slamet, ayah dari Tegar · SMALB