(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan
Bagian B SDLB · 27 Maret 2026 · 1 menit baca

Kakak yang tidak mau selalu menjadi penerjemah

Ilustrasi keluarga duduk bersama dengan gelembung percakapan
“Saya terlalu bergantung pada Kirana. Saya lupa dia juga masih anak-anak.”
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Awal perjalanan

Kirana, kakak Bima, belajar isyarat paling cepat di rumah. Ia menjadi "penerjemah" keluarga: di rumah, di warung, di acara keluarga, bahkan saat ibunya bicara dengan dokter. Bu Wulan merasa terbantu dan bangga.

Suatu hari, wali kelas Kirana di sekolah dasar menelepon. Kirana sering mengantuk dan nilainya turun. Di rumah, Kirana menangis. "Aku capek, Bu. Aku juga mau main."

Pengalaman di sekolah

Bu Wulan menceritakan hal ini kepada guru Bima. Guru mengajak Bu Wulan ikut kelas isyarat orang tua, dan menyarankan pembagian peran di rumah: Kirana boleh membantu, tetapi bukan satu-satunya jembatan bagi Bima. Guru juga memberi kartu komunikasi bergambar untuk dipakai Bima saat berbelanja.

Perubahan

Bu Wulan dan suaminya kini bisa bercakap sederhana dengan Bima. Mereka menyisihkan waktu setiap Sabtu sore hanya untuk Kirana: berdua ke taman atau membeli es krim. Kirana kembali menikmati masa anak-anaknya, dan hubungannya dengan Bima justru lebih dekat karena tidak lagi terasa sebagai tugas.

Bima juga lebih mandiri. Dengan kartu komunikasi dan tulisan sederhana, ia bisa membeli jajan sendiri di warung dekat rumah.

Pesan untuk orang tua lain

Saudara kandung bisa menjadi sahabat terbaik bagi anak berkebutuhan khusus, asalkan mereka tidak dijadikan pengasuh. Beri mereka waktu khusus dan dengarkan perasaan mereka.

Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.

Bacaan Pojok edukasi terkait

Semua artikel

Kisah ilustrasi lainnya

Semua kisah ilustrasi
Ilustrasi anak belajar memasak bersama orang tuanya
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Kancing pertama yang terpasang sendiri

Butuh empat bulan bagi Raka untuk memasang satu kancing sendiri. Bagi keluarganya, itu kemenangan besar.

Bu Sari, ibu dari Raka · SDLB

Ilustrasi gedung sekolah dengan bendera dan pohon
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Hari pertama, ibu yang menunggu di gerbang

Melepas anak di hari pertama sekolah terasa berat. Bu Yanti belajar bahwa anaknya lebih siap dari yang ia kira.

Bu Yanti, ibu dari Arya

Ilustrasi perlengkapan kerja dan roda gigi
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Magang pertama di binatu dekat rumah

Tegar belajar melipat pakaian di sekolah, lalu mendapat kesempatan magang di binatu milik tetangga.

Pak Slamet, ayah dari Tegar · SMALB