(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Setelah diagnosis 2 menit baca

Bicara dengan kakak, adik, dan keluarga besar tentang kondisi anak

Cara menjelaskan kondisi anak kepada saudara kandung dan keluarga besar, serta menghadapi komentar yang menyakitkan.

Ilustrasi keluarga duduk bersama di karpet dengan gelembung percakapan

Kondisi seorang anak memengaruhi seluruh keluarga. Kakak dan adik mungkin bingung mengapa saudaranya diperlakukan berbeda. Kakek, nenek, dan kerabat mungkin punya pandangan sendiri. Bicara terbuka membantu semua orang mendukung anak dengan cara yang sama.

Menjelaskan kepada saudara kandung

Sesuaikan dengan usia

  • Anak balita: "Adik belum bisa mendengar suara. Kalau mau ngobrol, tepuk bahunya dan lihat wajahnya ya."
  • Anak usia SD: jelaskan sedikit lebih rinci. "Otak adik butuh waktu lebih lama untuk belajar. Jadi kita bantu dengan sabar."
  • Remaja: ajak berdiskusi, beri kesempatan bertanya, dan dengarkan perasaannya.

Hal yang perlu diingat

  • Jujur dan sederhana. Pakai kata yang benar, tanpa menakut-nakuti.
  • Beri tempat untuk perasaan mereka. Wajar bila mereka iri, malu, atau marah. Katakan bahwa perasaan itu boleh.
  • Sediakan waktu khusus untuk saudara kandung, hanya berdua dengan ayah atau ibu.
  • Jangan jadikan mereka pengasuh utama. Boleh membantu, tetapi mereka juga anak yang butuh bermain.
  • Ajak mereka terlibat dengan cara yang menyenangkan, misalnya belajar isyarat bersama atau bermain bersama.

Menjelaskan kepada keluarga besar

  • Pilih waktu yang tenang, tidak di tengah acara keluarga yang ramai.
  • Bagikan informasi singkat, misalnya artikel ini atau penjelasan dokter.
  • Sampaikan apa yang dibutuhkan anak: "Kalau bicara dengan Nisa, hadapkan wajah ya, supaya dia bisa membaca bibir."
  • Beri peran, misalnya nenek mengantar terapi seminggu sekali.

Menghadapi komentar yang menyakitkan

Kadang orang berkata tanpa berpikir: "Kenapa tidak dibawa berobat saja?" atau "Ini karena dulu waktu hamil...". Anda bisa menjawab singkat dan tenang:

  • "Terima kasih sudah peduli. Kami sudah berkonsultasi dengan dokter dan sedang menjalani programnya."
  • "Kondisi ini bukan karena kesalahan siapa pun."
  • Atau cukup mengalihkan pembicaraan. Anda tidak wajib menjelaskan kepada semua orang.

Bila anak bertanya tentang dirinya

Anak yang lebih besar mungkin bertanya, "Kenapa aku berbeda?" Jawablah dengan jujur dan hangat. Ceritakan kekuatannya, dan katakan bahwa setiap orang punya cara belajar yang berbeda. Kenalkan juga ia pada orang dewasa dengan kondisi yang sama yang berhasil dan bahagia.

Ingat: keluarga yang saling memahami adalah dukungan terbesar bagi anak.

Sumber

  1. Pengalaman guru dan orang tua SLB Budi Daya

Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Bacaan terkait

Semua artikel