(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kegiatan di rumah 2 menit baca

Belajar isyarat dasar sekeluarga

Kata-kata pertama yang bisa dipelajari bersama, dan cara membuat isyarat menjadi kebiasaan di rumah.

Ilustrasi keluarga berbahasa isyarat bersama dengan gelembung hati

Anak tunarungu sering menjadi satu-satunya orang di rumah yang berisyarat. Akibatnya, ia tertinggal dari obrolan keluarga. Ketika ayah, ibu, kakak, dan adik ikut belajar, anak merasa menjadi bagian dari keluarga sepenuhnya.

Anda tidak perlu langsung lancar. Mulai dari kata yang paling sering dipakai setiap hari.

Dua puluh kata pertama yang disarankan

Kelompok Kata
Orang ayah, ibu, kakak, adik, nenek, nama anak
Kebutuhan makan, minum, toilet, tidur, sakit
Perasaan senang, sedih, marah, takut
Sopan santun terima kasih, maaf, tolong
Percakapan ya, tidak, lagi, selesai

Minta guru kelas mengajarkan isyarat untuk kata-kata ini, supaya isyarat di rumah sama dengan di sekolah. Rekam guru dengan ponsel, lalu putar ulang di rumah.

Membuat isyarat menjadi kebiasaan

  • Satu kata baru setiap hari. Tempel kertas bertuliskan kata hari ini di pintu kulkas.
  • Isyaratkan sambil berbicara. Saat makan malam, isyaratkan "makan", "enak", "lagi?".
  • Libatkan semua orang, termasuk kakek, nenek, dan pengasuh.
  • Biarkan anak menjadi guru. Anak sering bangga mengajari keluarganya isyarat yang ia pelajari di sekolah.
  • Pakai nama isyarat. Dalam komunitas Tuli, setiap orang biasanya punya nama isyarat. Minta anak memberi nama isyarat untuk setiap anggota keluarga.

Hal kecil yang besar artinya

  • Panggil dengan sentuhan atau lambaian, bukan dengan suara dari belakang.
  • Pastikan wajah Anda terang, tidak membelakangi jendela.
  • Jangan berbicara sambil makan atau menutup mulut, supaya ekspresi wajah dan bibir terlihat.
  • Ceritakan apa yang terjadi saat ada suara penting, misalnya "Ada tamu mengetuk pintu" atau "Ada suara azan".
  • Matikan televisi saat mengobrol, supaya perhatian tertuju pada percakapan.

Belajar lebih lanjut

  • Ikuti kelas isyarat untuk orang tua bila diadakan sekolah.
  • Bergabung dengan komunitas Tuli atau kelas BISINDO di sekitar Anda.
  • Kenalkan anak pada orang dewasa Tuli. Mereka bisa menjadi teladan yang berharga.

Ingat: kesalahan isyarat tidak apa-apa. Anak lebih menghargai usaha Anda untuk berbicara dalam bahasanya daripada isyarat yang sempurna.

Sumber

  1. Pengalaman guru Bagian B SLB Budi Daya
  2. World Federation of the Deaf, Position Paper on the Language Rights of Deaf Children

Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Bacaan terkait

Semua artikel