Jadwal bergambar di pintu kulkas
“Alya tidak berubah. Yang berubah adalah cara kami memberi tahu apa yang akan terjadi.”
Awal perjalanan
Alya, lima tahun, menangis setiap kali harus berpindah kegiatan. Dari bermain ke mandi, dari mandi ke makan, dari rumah ke sekolah. Pak Bayu dan Bu Rani kehabisan cara. Membujuk tidak berhasil, memaksa membuat tangisnya makin keras.
Pengalaman di sekolah
Di kelas TKLB, Alya tampak lebih tenang. Bu Rani penasaran, lalu ikut duduk di belakang kelas satu pagi. Ia melihat papan kecil berisi kartu bergambar di dinding. Sebelum setiap kegiatan, guru menunjuk kartunya. Setelah selesai, anak-anak memasukkan kartu ke kotak "selesai".
Guru memberi Bu Rani salinan gambar yang sama dan membantunya memilih delapan kegiatan pagi: bangun, toilet, mandi, pakai baju, sarapan, sikat gigi, pakai sepatu, berangkat.
Perubahan
Pak Bayu menempelkan kartu-kartu itu di pintu kulkas dengan perekat. Hari pertama Alya masih menangis, tetapi lebih singkat. Di minggu kedua, Alya sendiri yang menarik kartu "mandi" dan menyerahkannya kepada ibunya. Di minggu ketiga, ia mulai menyusun kartu untuk adiknya yang masih bayi, sambil "mengajari" adiknya.
Mereka kini punya jadwal sore dan jadwal hari Minggu juga. Ada satu kartu khusus bergambar tanda tanya, untuk kejadian yang tidak terduga. Alya belajar bahwa perubahan juga boleh terjadi.
Pesan untuk orang tua lain
Banyak anak lebih mudah memahami gambar daripada kata-kata. Tanyakan kepada guru gambar apa yang dipakai di kelas, supaya rumah dan sekolah memakai bahasa yang sama.
Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.