Memilih sekolah: SLB, sekolah inklusi, atau keduanya?
Perbedaan SLB dan sekolah inklusi, pertanyaan saat berkunjung, dan cara memutuskan.
Undang-undang menjamin anak penyandang disabilitas berhak bersekolah, baik di sekolah khusus maupun di sekolah umum yang menyelenggarakan pendidikan inklusif. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan anak, bukan pada label sekolahnya.
Mengenal pilihannya
Sekolah Luar Biasa (SLB)
- Kelas kecil dengan guru berlatar pendidikan khusus.
- Kurikulum dan cara mengajar disesuaikan dengan hambatan anak, misalnya bahasa isyarat untuk anak tunarungu, atau program bina diri dan keterampilan untuk anak dengan hambatan intelektual.
- Ada jenjang TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB.
- Anak bertemu teman yang mengalami hal serupa, sehingga lebih mudah merasa diterima.
Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif
- Anak belajar bersama teman sebaya di sekolah umum.
- Sekolah wajib menyediakan akomodasi yang layak, misalnya waktu ujian tambahan, tempat duduk khusus, atau guru pendamping, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020.
- Kualitas dukungan sangat berbeda antar sekolah. Tanyakan dengan rinci.
Gabungan
- Sebagian anak memulai di SLB untuk membangun dasar komunikasi dan kemandirian, lalu pindah ke sekolah inklusi. Sebagian lain sebaliknya.
Pertanyaan saat berkunjung ke sekolah
- Berapa jumlah murid per kelas, dan berapa gurunya?
- Bagaimana guru berkomunikasi dengan anak seperti anak saya?
- Apakah ada terapis, guru pendamping, atau ruang sumber?
- Bagaimana kemajuan anak dilaporkan kepada orang tua?
- Program apa yang disiapkan untuk kemandirian dan keterampilan kerja?
- Bagaimana sekolah menangani perundungan?
- Bolehkah anak mencoba ikut kelas sehari?
Cara memutuskan
- Lihat anak, bukan hanya diagnosisnya. Bagaimana anak berkomunikasi, mengurus diri, dan bergaul hari ini?
- Perhatikan perasaan anak saat berkunjung. Apakah ia nyaman?
- Pertimbangkan jarak dan biaya. Perjalanan panjang setiap hari bisa melelahkan anak dan keluarga.
- Ikuti asesmen. Asesmen saat pendaftaran membantu sekolah dan orang tua melihat kebutuhan anak.
- Keputusan bisa ditinjau ulang. Tidak ada pilihan yang berlaku selamanya.
Ingat: sekolah terbaik adalah sekolah tempat anak merasa aman, dipahami, dan terus belajar. Kami terbuka untuk kunjungan dan diskusi sebelum Anda memutuskan.
Sumber
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pasal 10
- Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas
Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.