(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan
Bagian C SDLB · 29 April 2026 · 1 menit baca

Ayah yang dulu malu mengantar ke sekolah

Ilustrasi orang tua dan anak berjalan bergandengan di jalan setapak menuju matahari
“Yang perlu sekolah dulu ternyata saya, bukan Bagas.”
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Awal perjalanan

Selama dua tahun pertama Bagas di SLB, Pak Dedi tidak pernah sekali pun mengantarnya. Ia malu bila teman kerjanya tahu. Saat ada yang bertanya, ia hanya menjawab, "Anak saya sekolah di dekat rumah." Istrinya yang mengurus semuanya sendiri.

Pengalaman di sekolah

Suatu hari istrinya sakit, dan Pak Dedi terpaksa mengantar Bagas. Di gerbang sekolah, Bagas berlari ke arah gurunya dan menunjuk ayahnya dengan bangga. Guru menyambut Pak Dedi dan mengajaknya melihat kelas sebentar. Ia melihat Bagas menyusun balok sesuai warna, menyapa teman-temannya, dan membagikan buku.

Di pertemuan orang tua berikutnya, Pak Dedi datang. Ia duduk di dekat beberapa ayah lain. Ternyata mereka pernah merasakan hal yang sama.

Perubahan

Pak Dedi kini mengantar Bagas setiap Senin dan Kamis. Ia ikut kelompok ayah di paguyuban orang tua, yang sesekali berkumpul untuk memperbaiki kursi kelas atau mengecat pagar sekolah. Di kantornya, ia mulai bercerita tentang Bagas dan memasang foto Bagas di meja kerjanya.

Bagas tampak lebih bersemangat di hari-hari ayahnya mengantar. Ia mulai belajar mengucapkan "Ayah" dengan jelas.

Pesan untuk orang tua lain

Rasa malu, sedih, atau marah adalah perasaan yang wajar dan tidak perlu disembunyikan. Bicarakan dengan orang tua lain. Anak kita membutuhkan kehadiran kita lebih dari apa pun.

Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.

Bacaan Pojok edukasi terkait

Semua artikel

Kisah ilustrasi lainnya

Semua kisah ilustrasi
Ilustrasi anak belajar memasak bersama orang tuanya
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Kancing pertama yang terpasang sendiri

Butuh empat bulan bagi Raka untuk memasang satu kancing sendiri. Bagi keluarganya, itu kemenangan besar.

Bu Sari, ibu dari Raka · SDLB

Ilustrasi gedung sekolah dengan bendera dan pohon
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Hari pertama, ibu yang menunggu di gerbang

Melepas anak di hari pertama sekolah terasa berat. Bu Yanti belajar bahwa anaknya lebih siap dari yang ia kira.

Bu Yanti, ibu dari Arya

Ilustrasi perlengkapan kerja dan roda gigi
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Magang pertama di binatu dekat rumah

Tegar belajar melipat pakaian di sekolah, lalu mendapat kesempatan magang di binatu milik tetangga.

Pak Slamet, ayah dari Tegar · SMALB