(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan
Bagian B SDLB · 22 Maret 2026 · 2 menit baca

Panci yang jatuh dan bayi yang tetap tidur

Ilustrasi ibu bertepuk tangan dan anak menoleh ke arah suara
“Hari itu saya sedih. Tapi sekarang saya tahu, yang paling saya takutkan bukan tuli, melainkan anak saya tidak punya bahasa.”
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Awal perjalanan

Suatu sore, panci di dapur Bu Rina jatuh ke lantai keramik. Suaranya keras sekali. Kucing di teras sampai lari. Sekar, yang waktu itu berumur tujuh bulan, tetap tidur pulas di kasur dekat pintu dapur.

Awalnya Bu Rina bersyukur anaknya tidak rewel. Tetapi kejadian serupa terulang. Sekar tidak menoleh saat dipanggil, padahal ia selalu tersenyum bila melihat wajah ibunya. Di Posyandu, bidan menyarankan pemeriksaan pendengaran. Beberapa bulan kemudian, hasil BERA keluar: gangguan pendengaran sangat berat di kedua telinga.

Pengalaman di sekolah

Bu Rina datang ke SLB saat Sekar hampir berusia enam tahun. Ia sempat menunda karena berharap Sekar "nanti bisa bicara sendiri". Di kelas pertama, guru langsung berkomunikasi dengan Sekar lewat isyarat, gambar, dan gerak bibir yang jelas. Untuk pertama kalinya, Bu Rina melihat Sekar memperhatikan orang dewasa lain selain dirinya.

Guru menyarankan satu hal sederhana: ibu ikut belajar isyarat. Setiap pulang sekolah, Sekar mengajari ibunya satu isyarat baru.

Perubahan

Sekar kini duduk di kelas tiga. Ia bisa menceritakan kejadian di sekolah dengan isyarat yang lancar, menulis kalimat pendek, dan membaca buku cerita bergambar. Ia punya teman dekat, dan ia sering memarahi ibunya kalau isyaratnya salah.

Pesan untuk orang tua lain

Bu Rina sering berkata kepada orang tua baru: jangan menunggu. Waktu yang terlewat sebelum anak punya bahasa tidak bisa diulang. Isyarat, alat bantu dengar, dan latihan bicara bukan pilihan yang saling meniadakan. Yang penting anak bisa berkomunikasi sedini mungkin.

Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.

Bacaan Pojok edukasi terkait

Semua artikel

Kisah ilustrasi lainnya

Semua kisah ilustrasi
Ilustrasi anak belajar memasak bersama orang tuanya
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Kancing pertama yang terpasang sendiri

Butuh empat bulan bagi Raka untuk memasang satu kancing sendiri. Bagi keluarganya, itu kemenangan besar.

Bu Sari, ibu dari Raka · SDLB

Ilustrasi gedung sekolah dengan bendera dan pohon
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Hari pertama, ibu yang menunggu di gerbang

Melepas anak di hari pertama sekolah terasa berat. Bu Yanti belajar bahwa anaknya lebih siap dari yang ia kira.

Bu Yanti, ibu dari Arya

Ilustrasi perlengkapan kerja dan roda gigi
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Magang pertama di binatu dekat rumah

Tegar belajar melipat pakaian di sekolah, lalu mendapat kesempatan magang di binatu milik tetangga.

Pak Slamet, ayah dari Tegar · SMALB