Mengenali tanda gangguan pendengaran pada anak
Tanda-tanda menurut usia, dan apa yang perlu dilakukan bila Anda ragu.
Gangguan pendengaran pada anak sering tidak terlihat. Anak tampak sehat, ceria, dan aktif. Karena itu banyak orang tua baru menyadarinya ketika anak terlambat bicara. Padahal, semakin cepat diketahui, semakin cepat anak mendapat bantuan untuk berkomunikasi.
Tanda yang perlu diperhatikan menurut usia
0–3 bulan
- Tidak kaget atau terbangun saat ada suara keras di dekatnya.
- Tidak tenang saat mendengar suara ibu atau ayah.
4–6 bulan
- Tidak menoleh ke arah suara.
- Tidak tertarik pada mainan yang berbunyi.
7–12 bulan
- Tidak mengoceh ("ba-ba", "ma-ma"), atau ocehannya berkurang.
- Tidak menoleh saat namanya dipanggil dari belakang.
1–2 tahun
- Belum mengucapkan kata pertama sampai usia sekitar 16 bulan.
- Tidak mengikuti perintah sederhana tanpa melihat gerakan tangan, misalnya "ambil bola".
Usia berapa pun
- Sering menyalakan televisi sangat keras.
- Lebih banyak memperhatikan wajah dan gerak tangan daripada suara.
- Sering berkata "apa?" atau salah menangkap kata.
- Kemampuan bicara yang sudah ada malah berkurang.
Coba di rumah, dengan tenang
Berdirilah di belakang anak, di luar pandangannya. Panggil namanya dengan suara biasa, lalu tepuk tangan. Perhatikan apakah ia menoleh. Ulangi di hari lain, saat ruangan sepi.
Cara ini bukan pemeriksaan. Hasilnya hanya membantu Anda memutuskan apakah perlu ke tenaga kesehatan. Anak yang menoleh pun tetap bisa mengalami gangguan pendengaran ringan atau hanya di satu telinga.
Kalau Anda ragu
- Jangan menunggu. Kalimat "nanti juga bicara sendiri" sering membuat waktu berharga terlewat.
- Datang ke Puskesmas atau dokter anak. Ceritakan apa yang Anda lihat. Pemeriksaan pendengaran kini juga termasuk dalam program Cek Kesehatan Gratis pemerintah.
- Minta rujukan ke dokter THT bila perlu pemeriksaan lanjutan.
- Catat pengamatan Anda: kapan anak tidak menoleh, suara apa, di ruangan apa. Catatan ini membantu dokter.
Dokter anak dan THT memakai pedoman yang disebut 1-3-6: pendengaran bayi sebaiknya diskrining sebelum usia 1 bulan, dipastikan sebelum 3 bulan, dan mendapat bantuan sebelum 6 bulan. Bila anak Anda sudah lebih besar, tidak apa-apa. Pemeriksaan tetap bermanfaat di usia berapa pun.
Siapa yang lebih berisiko
Periksakan pendengaran lebih awal bila anak:
- Lahir prematur atau dengan berat badan rendah.
- Pernah dirawat di NICU, kuning berat setelah lahir, atau meningitis.
- Punya anggota keluarga dengan gangguan pendengaran sejak kecil.
- Ibunya mengalami infeksi tertentu saat hamil, misalnya rubela.
- Sering mengalami infeksi telinga.
Ingat: gangguan pendengaran bukan kesalahan siapa pun. Yang penting adalah mengetahuinya, lalu mulai mendampingi anak berkomunikasi, dengan isyarat, suara, gambar, atau gabungan semuanya.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI, Kemenkes Dorong Deteksi Dini dan Perilaku Mendengar Aman (Maret 2026): https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-dorong-deteksi-dini-dan-perilaku-mendengar-aman
- Joint Committee on Infant Hearing, prinsip 1-3-6 (skrining usia 1 bulan, diagnosis 3 bulan, intervensi 6 bulan)
Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.