(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan
Bagian B SDLB · 24 Maret 2026 · 1 menit baca

Alat bantu dengar yang disimpan di laci

Ilustrasi anak tersenyum memakai alat bantu dengar di telinga
“Saya kira Kevin keras kepala. Ternyata telinganya sakit karena cetakannya sudah kekecilan.”
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Awal perjalanan

Kevin mendapat alat bantu dengar pertama di usia empat tahun. Keluarga menabung lama untuk membelinya. Awalnya Kevin mau memakainya. Setahun kemudian, setiap pagi ia mencabut alat itu dan menyembunyikannya. Bu Maya akhirnya menyimpannya di laci karena takut hilang.

Pengalaman di sekolah

Guru kelas memperhatikan Kevin sering memegangi telinga kirinya dan rewel setelah beberapa jam memakai alat. Ia menyarankan Bu Maya memeriksakan alat dan cetakan telinganya. Dokter THT dan audiolog menemukan dua hal: cetakan telinga sudah terlalu kecil karena telinga Kevin tumbuh, dan penyetelan alat perlu diperbarui sesuai hasil pemeriksaan baru.

Di sekolah, guru juga membuat "pemeriksaan pagi" sebagai kegiatan rutin. Setiap anak yang memakai alat bantu dengar mengecek baterai bersama guru, lalu menempelkan stiker di kartu harian.

Perubahan

Dengan cetakan baru, Kevin tidak lagi kesakitan. Ia mulai memakai alat sepanjang hari, termasuk di rumah. Kevin mulai menoleh saat bel sekolah berbunyi dan menikmati pelajaran persepsi bunyi dan irama dengan rebana. Ia tetap berisyarat, tetapi kini juga mencoba mengucapkan beberapa kata.

Pesan untuk orang tua lain

Bila anak menolak alat bantu dengar, cari tahu dulu sebabnya sebelum menyerah. Telinga anak terus tumbuh, dan alat perlu diperiksa ulang secara berkala.

Tokoh dan peristiwa dalam kisah ini rekaan, disusun dari pengalaman umum keluarga anak berkebutuhan khusus, bukan dari keluarga murid SLB Budi Daya.

Bacaan Pojok edukasi terkait

Semua artikel

Kisah ilustrasi lainnya

Semua kisah ilustrasi
Ilustrasi anak belajar memasak bersama orang tuanya
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Kancing pertama yang terpasang sendiri

Butuh empat bulan bagi Raka untuk memasang satu kancing sendiri. Bagi keluarganya, itu kemenangan besar.

Bu Sari, ibu dari Raka · SDLB

Ilustrasi gedung sekolah dengan bendera dan pohon
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Hari pertama, ibu yang menunggu di gerbang

Melepas anak di hari pertama sekolah terasa berat. Bu Yanti belajar bahwa anaknya lebih siap dari yang ia kira.

Bu Yanti, ibu dari Arya

Ilustrasi perlengkapan kerja dan roda gigi
Kisah ilustrasi · tokoh dan peristiwa rekaan

Magang pertama di binatu dekat rumah

Tegar belajar melipat pakaian di sekolah, lalu mendapat kesempatan magang di binatu milik tetangga.

Pak Slamet, ayah dari Tegar · SMALB