(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Deteksi dini 2 menit baca

Tonggak perkembangan bicara dan bahasa usia 0–5 tahun

Gambaran kemampuan bicara anak dari tahun ke tahun, dan kapan perlu berkonsultasi.

Ilustrasi ibu dan balita saling berbicara dengan gelembung kata berwarna

Bahasa bukan hanya kata yang diucapkan. Bahasa juga mencakup memahami, menunjuk, menatap, memberi isyarat, dan bergantian "berbicara". Daftar di bawah adalah gambaran umum. Anak tidak harus tepat waktu di setiap butir, tetapi bila banyak butir belum muncul, bicarakan dengan tenaga kesehatan.

Gambaran per usia

Usia Yang biasanya mulai muncul
0–3 bulan Kaget saat ada suara keras, tenang mendengar suara orang tua, mulai tersenyum dan bersuara "aaa"
4–6 bulan Menoleh ke arah suara, tertawa, mengoceh dengan berbagai bunyi
7–12 bulan Mengoceh berulang ("ba-ba-ba"), menoleh saat dipanggil, melambai, menunjuk, mengerti "tidak"
12–18 bulan Kata pertama, mengikuti perintah sederhana, menunjuk benda yang disebut
18–24 bulan Kosakata bertambah cepat, mulai merangkai dua kata ("mau susu")
2–3 tahun Kalimat 2–3 kata, bertanya "apa itu?", orang dekat mengerti sebagian besar ucapannya
3–4 tahun Bercerita singkat, menjawab "siapa", "di mana", orang asing mulai mengerti ucapannya
4–5 tahun Kalimat lebih panjang, menceritakan kejadian berurutan, ucapan jelas untuk hampir semua orang

Tanda untuk segera berkonsultasi

  • Usia 6 bulan belum menoleh ke arah suara.
  • Usia 12 bulan belum mengoceh, menunjuk, atau melambai.
  • Usia 16 bulan belum ada kata pertama.
  • Usia 2 tahun belum merangkai dua kata.
  • Di usia berapa pun: kemampuan bicara atau bergaul yang sudah ada malah hilang.

Bagaimana kalau anak memakai isyarat?

Bahasa isyarat juga bahasa. Anak tunarungu yang mendapat isyarat sejak dini berkembang bahasanya dengan baik, dan isyarat tidak menghambat anak belajar bicara. Tonggak di atas bisa dibaca untuk bahasa isyarat juga: kapan anak mulai memberi isyarat pertama, merangkai dua isyarat, dan seterusnya.

Yang bisa dilakukan setiap hari

  • Ajak bicara sambil berhadapan, setinggi mata anak.
  • Beri nama pada apa yang anak lihat dan lakukan: "Kamu pegang bola. Bolanya merah."
  • Tunggu giliran. Beri jeda supaya anak bisa menjawab, dengan suara, isyarat, atau tunjukan.
  • Kurangi layar, terutama untuk anak di bawah 2 tahun. Anak belajar bahasa dari percakapan, bukan dari tontonan.
  • Bacakan buku setiap hari, meski hanya 5 menit.

Ingat: bila Anda ragu, berkonsultasilah. Pemeriksaan yang ternyata baik-baik saja jauh lebih baik daripada menunggu terlalu lama.

Sumber

  1. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), Communication Milestones
  2. Kementerian Kesehatan RI, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA)

Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Bacaan terkait

Semua artikel