Mengenali tanda hambatan perkembangan dan belajar
Kapan keterlambatan perlu diperiksakan lebih lanjut.
Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Ada yang cepat berjalan tapi lambat bicara, ada yang sebaliknya. Itu wajar. Namun bila anak tertinggal di beberapa hal sekaligus, atau tertinggal cukup jauh dari teman sebayanya, ada baiknya diperiksakan.
Tanda yang perlu diperhatikan
Pada balita
- Duduk, merangkak, atau berjalan jauh lebih lambat dari anak seusianya.
- Belum bicara satu kata pun di usia sekitar 16 bulan, atau belum merangkai dua kata di usia 2 tahun.
- Kurang tertarik bermain atau meniru orang di sekitarnya.
- Sulit memahami perintah sederhana.
Pada anak usia sekolah
- Sulit mengikuti pelajaran meski sudah dibantu, di hampir semua mata pelajaran.
- Butuh waktu sangat lama untuk mempelajari hal baru, dan cepat lupa.
- Sulit mengurus diri sendiri sesuai usianya: makan, berpakaian, ke kamar mandi.
- Sulit memahami aturan permainan, uang, atau waktu.
- Lebih nyaman bermain dengan anak yang jauh lebih muda.
Tanda yang perlu segera diperiksakan, di usia berapa pun: kemampuan yang sudah dikuasai tiba-tiba hilang, misalnya anak yang tadinya bisa bicara menjadi diam.
Hambatan intelektual itu apa?
Dokter dan psikolog menyebut hambatan intelektual (dulu sering disebut tunagrahita) bila ada dua hal sekaligus:
- Fungsi intelektual di bawah rata-rata, misalnya dalam berpikir, memecahkan masalah, dan belajar.
- Fungsi adaptif juga terhambat, yaitu kemampuan sehari-hari seperti berkomunikasi, mengurus diri, dan bergaul.
Keduanya muncul sejak masa anak-anak. Jadi, nilai sekolah yang rendah saja tidak cukup untuk menyimpulkannya. Pemeriksaan harus dilakukan oleh tenaga yang berwenang.
Hal lain yang bisa terlihat mirip
Keterlambatan bisa juga disebabkan oleh gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kurang gizi, masalah tiroid, kurangnya stimulasi, atau kondisi lain seperti autisme. Karena itu pemeriksaan menyeluruh penting, supaya bantuan yang diberikan tepat.
Langkah yang bisa diambil
- Bawa Buku KIA anak dan ceritakan pengamatan Anda ke Posyandu, Puskesmas, atau dokter anak.
- Minta pemeriksaan tumbuh kembang. Puskesmas memakai alat skrining sederhana, misalnya KPSP.
- Bila perlu, minta rujukan ke dokter spesialis anak tumbuh kembang, psikolog, atau klinik tumbuh kembang.
- Periksa juga pendengaran dan penglihatan, supaya tidak ada penyebab yang terlewat.
Ingat: mengetahui lebih awal bukan untuk memberi label, tetapi supaya anak mendapat cara belajar yang cocok untuknya. Banyak anak dengan hambatan intelektual tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bekerja.
Sumber
- American Psychiatric Association, DSM-5-TR: kriteria disabilitas intelektual (hambatan fungsi intelektual dan fungsi adaptif, muncul pada masa perkembangan)
- Kementerian Kesehatan RI, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) dan pedoman SDIDTK
Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.