(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Deteksi dini 2 menit baca

Buku KIA dan KPSP: memantau tumbuh kembang di Posyandu dan Puskesmas

Cara memakai Buku KIA dan pemeriksaan tumbuh kembang gratis untuk mengenali keterlambatan lebih awal.

Ilustrasi ayah menggendong bayi di samping buku catatan bergambar centang

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), buku berwarna merah muda yang diberikan sejak hamil, bukan hanya untuk mencatat imunisasi. Di dalamnya ada daftar kemampuan anak per usia yang bisa Anda centang sendiri di rumah.

Apa saja yang ada di Buku KIA

  • Catatan berat dan tinggi badan, serta grafik pertumbuhan.
  • Jadwal imunisasi.
  • Daftar perkembangan per usia: gerak, bicara, bergaul, dan kemandirian.
  • Tanda bahaya pada anak yang perlu segera dibawa ke tenaga kesehatan.
  • Saran stimulasi atau permainan sesuai usia.

Bila buku hilang, tanyakan ke Posyandu atau Puskesmas. Versi digitalnya juga bisa dicari di laman resmi Kementerian Kesehatan.

Pemeriksaan tumbuh kembang di Puskesmas

Puskesmas melakukan SDIDTK: Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang. Salah satu alatnya adalah KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), berisi 9–10 pertanyaan sederhana sesuai usia anak, misalnya "Apakah anak bisa menyusun dua kubus?".

Hasil KPSP dibagi menjadi:

  • Sesuai: lanjutkan stimulasi dan periksa lagi sesuai jadwal.
  • Meragukan: perbanyak stimulasi, lalu periksa ulang sekitar dua minggu kemudian.
  • Ada kemungkinan penyimpangan: anak dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain KPSP, petugas juga dapat memeriksa daya dengar, daya lihat, dan perilaku anak.

Cara memanfaatkannya

  1. Bawa Buku KIA setiap ke Posyandu, dokter, atau sekolah.
  2. Centang sendiri daftar perkembangan setiap bulan. Tulis tanggal dan catatan kecil.
  3. Tanyakan bila ada butir yang belum bisa, terutama bila sudah lewat beberapa bulan.
  4. Minta pemeriksaan KPSP, terutama bila anak Anda lahir prematur atau pernah sakit berat.
  5. Simpan hasil rujukan bersama Buku KIA.

Bila anak sudah lebih besar

Buku KIA mencakup anak sampai usia 6 tahun. Untuk anak yang lebih besar, sampaikan kekhawatiran Anda ke guru kelas dan dokter. Guru melihat anak setiap hari dan bisa memberi gambaran tentang cara anak belajar dan bergaul.

Ingat: Anda adalah pengamat terbaik untuk anak Anda. Catatan kecil dari rumah sering menjadi petunjuk paling berharga bagi dokter dan guru.

Sumber

  1. Kementerian Kesehatan RI, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA)
  2. Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK)

Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Bacaan terkait

Semua artikel