(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Kegiatan di rumah 2 menit baca

Mengelola perilaku sulit dengan tenang

Memahami pesan di balik tantrum dan perilaku sulit, lalu menanggapinya tanpa kekerasan.

Ilustrasi orang tua berjongkok menenangkan anak dengan awan dan hati di atasnya

Menangis keras, berguling di lantai, memukul, atau melempar barang bisa membuat orang tua lelah dan malu, apalagi di tempat umum. Namun, bagi banyak anak yang sulit berkomunikasi, perilaku seperti ini adalah cara menyampaikan sesuatu.

Apa pesan di balik perilaku?

Perilaku sulit biasanya memiliki salah satu tujuan berikut:

  • Meminta sesuatu: mainan, makanan, atau perhatian.
  • Menghindari sesuatu: tugas yang sulit, suara bising, atau tempat ramai.
  • Mengungkapkan rasa tidak nyaman: lapar, lelah, sakit, atau sakit gigi yang tidak bisa diucapkan.
  • Mencari rangsangan: misalnya bosan.

Coba catat selama satu minggu: apa yang terjadi sebelum, perilakunya seperti apa, dan apa yang terjadi sesudahnya. Dari catatan itu sering terlihat polanya.

Mencegah lebih mudah daripada menghentikan

  • Pastikan kebutuhan dasar terpenuhi: makan, tidur cukup, dan tidak menahan buang air.
  • Pakai jadwal visual, supaya anak tahu apa yang akan terjadi.
  • Beri peringatan sebelum berganti kegiatan: "Lima menit lagi selesai main," sambil menunjukkan jari atau jam pasir.
  • Beri pilihan: "Mau mandi pakai sabun biru atau kuning?"
  • Ajarkan cara lain untuk meminta, misalnya isyarat "tolong", "berhenti", atau kartu gambar "istirahat".
  • Puji perilaku yang baik dengan jelas dan segera.

Saat perilaku sulit terjadi

  1. Pastikan aman. Jauhkan benda berbahaya dan anak lain.
  2. Tetap tenang. Ambil napas panjang. Turunkan suara, kurangi kata-kata.
  3. Jangan memberi apa yang diminta karena tantrum. Bila anak mendapat permen karena menangis, ia belajar bahwa menangis berhasil.
  4. Tawarkan cara yang lebih baik. Tunjukkan isyarat atau kartu yang bisa dipakai untuk meminta.
  5. Setelah tenang, peluk bila anak mau, lalu lanjutkan kegiatan dengan pelan.

Hindari

  • Memukul, mencubit, atau membentak. Hukuman fisik membuat anak takut, bukan belajar, dan bisa memperburuk perilaku.
  • Mengancam dengan hal yang tidak akan dilakukan.
  • Membandingkan dengan saudara atau anak lain.

Kapan perlu bantuan

Bicarakan dengan guru, dokter, atau psikolog bila perilaku membahayakan diri sendiri atau orang lain, muncul tiba-tiba, atau semakin sering. Perilaku yang tiba-tiba berubah kadang tanda sakit yang tidak bisa diungkapkan anak.

Ingat: anak tidak sedang menyulitkan Anda. Anak sedang mengalami kesulitan. Bersama guru, kita bisa mencari cara yang sama di rumah dan di sekolah.

Sumber

  1. World Health Organization dan UNICEF, Parenting for Lifelong Health
  2. Praktik dukungan perilaku positif di kelas SLB Budi Daya

Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Bacaan terkait

Semua artikel