Memilih cara berkomunikasi untuk anak tunarungu
Mengenal bahasa isyarat, pendekatan oral, dan komunikasi total, supaya anak tidak kehilangan masa emas berbahasa.
Hal terpenting bagi anak tunarungu adalah mendapat bahasa sedini mungkin, apa pun bentuknya. Otak anak paling mudah belajar bahasa di tahun-tahun pertama. Anak yang lama tidak mendapat bahasa akan kesulitan berpikir, belajar, dan bergaul, bukan karena pendengarannya, melainkan karena kehilangan bahasa.
Pilihan cara berkomunikasi
Bahasa isyarat
- Bahasa dengan gerak tangan, ekspresi wajah, dan gerak tubuh.
- Di Indonesia dikenal BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia), yang tumbuh dari komunitas Tuli, dan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), yang mengikuti tata bahasa Indonesia dan dipakai di sebagian buku pelajaran.
- Bisa dipelajari oleh anak dan seluruh keluarga.
Pendekatan oral (mendengar dan berbicara)
- Menekankan latihan mendengar dengan alat bantu dengar atau implan koklea, serta latihan bicara dan membaca gerak bibir.
- Membutuhkan alat yang disetel dengan baik, terapi rutin, dan latihan setiap hari di rumah.
Komunikasi total
- Menggabungkan isyarat, ucapan, membaca gerak bibir, tulisan, gambar, dan sisa pendengaran.
- Banyak dipakai di sekolah, karena anak bisa memakai cara yang paling mudah baginya di setiap situasi.
Yang perlu dipertimbangkan
- Derajat pendengaran anak dan seberapa besar manfaat alat bantu dengar baginya.
- Siapa yang akan berkomunikasi dengan anak setiap hari, dan apakah mereka mau belajar isyarat.
- Kemajuan anak: bila setelah beberapa bulan bahasa anak tidak berkembang dengan satu cara, jangan ragu menambah cara lain.
- Keinginan anak saat ia sudah lebih besar.
Mitos yang perlu diluruskan
- "Kalau belajar isyarat, anak jadi malas bicara." Penelitian menunjukkan bahasa isyarat tidak menghalangi anak belajar bicara. Bahasa yang kuat justru membantu anak belajar bahasa berikutnya.
- "Anak harus memilih satu." Tidak. Banyak anak tunarungu tumbuh dengan dua bahasa: isyarat dan bahasa Indonesia tulis atau lisan.
Peran keluarga
Keputusan apa pun yang diambil, keluarga adalah lingkungan bahasa pertama anak. Ajak semua anggota keluarga ikut belajar, supaya anak bisa ikut bercanda di meja makan, bukan hanya di sekolah.
Ingat: tidak ada satu cara yang benar untuk semua anak. Yang salah hanyalah membiarkan anak tanpa bahasa. Diskusikan dengan guru kami untuk menemukan cara yang paling cocok bagi anak Anda.
Sumber
- World Federation of the Deaf, Position Paper on the Language Rights of Deaf Children
- Pengalaman guru Bagian B SLB Budi Daya
Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.