(021) 8400011 [email protected] Senin–Jumat, 07.00–14.00
Cari
Bagian B SDLB · 8 Agustus 2026 · 4 menit baca

Teman pertamanya

“Di sekolah lama ia selalu sendiri. Di sini ia punya teman yang bicara dengan bahasa yang sama. Itu yang paling kami syukuri.”

Awal perjalanan

Di sekolah lamanya, anak kami selalu duduk sendiri saat istirahat. Teman-temannya tidak jahat, mereka hanya tidak tahu cara berbicara dengannya. Setiap pulang ia diam, dan kami tidak tahu bagaimana membantunya.

Yang kami alami di sekolah

Di SDLB ini, semua temannya memakai isyarat. Di hari-hari pertama ia masih banyak mengamati, tetapi guru sering mengajak anak-anak bekerja berpasangan. Dari situ ia mulai dekat dengan seorang teman sekelas yang sama-sama suka menggambar.

Perubahan yang kami lihat

Sekarang ia punya sahabat. Mereka bertukar gambar, bercanda dengan isyarat, dan saling menunggu saat dijemput. Di rumah ia lebih banyak bercerita, dan kami melihat ia kembali menjadi anak yang ceria.

Pesan untuk orang tua lain

Kemampuan belajar penting, tetapi rasa diterima juga sama penting. Anak yang punya teman untuk diajak bicara akan lebih berani belajar. Jangan ragu mencari lingkungan tempat anak bisa berkomunikasi dengan bebas.

Cerita ini ditulis bersama orang tua dan ditampilkan dengan izinnya. Nama anak tidak disebutkan.

Cerita lainnya

Semua cerita