Dari diam menjadi berani bertanya
“Dulu anak kami hanya menunjuk bila ingin sesuatu. Sekarang ia bertanya "kenapa?" berkali-kali dalam sehari, dengan isyarat dan suara.”
Awal perjalanan
Waktu itu anak kami berusia enam tahun dan belum punya cara untuk menyampaikan keinginannya. Ia lebih sering menunjuk, lalu menangis bila kami tidak mengerti. Kami sempat merasa bersalah karena terlambat menyadari pendengarannya.
Yang kami alami di sekolah
Di kelas, guru memakai isyarat, gambar, dan ucapan bersamaan. Setiap minggu ada latihan mendengar bunyi dan irama. Yang paling membantu justru kelas isyarat untuk orang tua, karena kami jadi bisa melanjutkan percakapan di rumah.
Perubahan yang kami lihat
Sekarang ia bertanya tentang apa saja: kenapa hujan, kenapa kucing tidur terus. Ia juga mulai membaca tulisan di jalan dan menunjukkannya dengan bangga. Kami belajar bahwa kemajuan tidak selalu cepat, tetapi selalu ada.
Pesan untuk orang tua lain
Jangan menunggu sampai semuanya jelas. Datang dan bertanya saja. Anak kita tidak perlu menjadi seperti anak lain, cukup menjadi dirinya sendiri dengan cara berkomunikasi yang ia pahami.
Cerita ini ditulis bersama orang tua dan ditampilkan dengan izinnya. Nama anak tidak disebutkan.