Memahami hasil audiogram
Cara membaca grafik pendengaran anak, arti simbol, dan derajat gangguan pendengaran.
Audiogram adalah grafik hasil pemeriksaan pendengaran. Sekilas terlihat rumit, tetapi sebenarnya bisa dibaca dengan beberapa kunci sederhana.
Dua sumbu grafik
- Mendatar (atas): nada, dalam satuan Hertz (Hz). Kiri nada rendah seperti suara drum atau "u", kanan nada tinggi seperti kicau burung atau bunyi "s".
- Tegak (samping): kekerasan bunyi, dalam desibel (dB). Atas berarti bunyi pelan, bawah berarti bunyi keras.
Setiap simbol menunjukkan bunyi paling pelan yang masih bisa didengar anak pada nada tertentu. Semakin ke bawah letak simbolnya, semakin keras bunyi yang dibutuhkan, berarti semakin berat gangguannya.
Arti simbol yang sering dipakai
| Simbol | Arti |
|---|---|
| O (merah) | Telinga kanan, lewat earphone (hantaran udara) |
| X (biru) | Telinga kiri, lewat earphone (hantaran udara) |
| < atau [ | Telinga kanan, lewat getaran tulang di belakang telinga (hantaran tulang) |
| > atau ] | Telinga kiri, lewat hantaran tulang |
| Panah ke bawah | Anak tidak bereaksi sampai batas alat |
Bila hasil hantaran udara dan hantaran tulang berjauhan, kemungkinan masalahnya di telinga luar atau tengah (misalnya cairan). Bila keduanya sama-sama turun, masalahnya biasanya di telinga dalam atau saraf.
Derajat gangguan pendengaran
Salah satu pembagian yang dipakai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berdasarkan rata-rata telinga yang lebih baik:
| Rata-rata ambang | Derajat | Gambaran sehari-hari |
|---|---|---|
| di bawah 20 dB | Pendengaran normal | |
| 20 sampai kurang dari 35 dB | Ringan | Sulit menangkap bisikan dan percakapan di tempat ramai |
| 35 sampai kurang dari 50 dB | Sedang | Sulit mengikuti percakapan biasa |
| 50 sampai kurang dari 65 dB | Sedang-berat | Percakapan harus dengan suara keras |
| 65 sampai kurang dari 80 dB | Berat | Hampir tidak mendengar percakapan |
| 80 sampai kurang dari 95 dB | Sangat berat | Hanya bunyi sangat keras yang terasa |
| 95 dB atau lebih | Total | Tidak mendengar bunyi |
Klinik di Indonesia kadang memakai pembagian yang sedikit berbeda. Tanyakan pembagian mana yang dipakai dalam hasil anak Anda.
Pertanyaan untuk dokter atau audiolog
- Berapa rata-rata ambang dengar tiap telinga?
- Jenis gangguannya apa: konduktif, sensorineural, atau campuran?
- Apakah anak membutuhkan alat bantu dengar? Untuk satu atau dua telinga?
- Kapan perlu diperiksa ulang?
Ingat: audiogram menggambarkan pendengaran, bukan kecerdasan atau masa depan anak. Dengan dukungan komunikasi yang tepat, anak tunarungu bisa belajar dan berprestasi.
Sumber
- World Health Organization, World Report on Hearing (2021): pembagian derajat gangguan pendengaran
- American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), Audiogram
Artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan.